Closed Circuit Television (CCTV) adalah sistem di mana semua elemen – dari kamera ke perangkat perekam – terhubung langsung untuk menjaga video agar tidak disiarkan melalui gelombang udara publik dan pada sirkuit tertutup (oleh karena itu namanya). Sejak dikembangkan pada tahun 1942, CCTV telah mengalami perubahan yang drastis. Dahulu, teknologi ini hanya dapat digunakan untuk mengamati rekaman langsung, namun dengan cepat berkembang menjadi sistem perekaman yang memungkinkan pengguna untuk melihat dan menyimpan data. Ini menjadikannya teknologi keamanan tertinggi. Saat ini, pemilik properti di mana saja memanfaatkan teknologi CCTV untuk membangun sistem kamera keamanan yang sederhana hingga yang komprehensif untuk keamanan dan ketenangan pikiran mereka.

Untuk Apa CCTV Digunakan?
CCTV pertama kali digunakan oleh Jerman untuk mengamati peluncuran roket V2. Sejak itu, ini telah berkembang menjadi teknologi kamera keamanan komprehensif yang kita kenal dan gunakan seperti saat ini. Dari gedung publik hingga kantor pribadi, dan rumah hunian hingga country club, kamera keamanan yang ditempatkan secara strategis digunakan untuk melihat peristiwa yang terjadi, serta untuk menangkap rekaman untuk pemantauan di lain waktu. Beberapa kegunaan umum untuk teknologi CCTV meliputi:

Keamanan Rumah
Rumah dengan pengawasan kamera keamanan jauh lebih kecil kemungkinannya untuk dibobol atau dirusak daripada yang tidak. Meskipun kamera keamanan tidak melakukan apa pun untuk mencegah kejahatan secara fisik terjadi, pemilik rumah saat ini menggunakannya untuk mencegah penjahat masuk tanpa izin dan untuk menjaga keamanan keluarga mereka.

Penggunaan perumahan lain untuk teknologi CCTV adalah sebagai “nanny-cam.” Rekaman nanny-cam berfungsi sebagai sumber daya yang bagus bagi mereka yang ingin tahu tentang bagaimana staf rumah tangga mereka menghabiskan waktu mereka. Orang tua juga menggunakan kamera pengasuh untuk memastikan bahwa anak-anak mereka berada di tangan yang tepat saat mereka pergi untuk waktu yang lama.

Business Surveillance

Bisnis menggunakan teknologi CCTV untuk sejumlah alasan, termasuk sebagai pencegah kejahatan. Bank, kantor, museum, restoran, toko ritel, dan bisnis lainnya adalah sarang kejahatan, karena kebanyakan selalu memiliki uang tunai. Untuk melindungi uang, pemilik bisnis secara strategis menempatkan kamera keamanan di mesin kasir, di kantor belakang, dekat brankas, dan di pintu masuk. Toko ritel menggunakan kamera keamanan di lantai penjualan untuk mencegah pengutilan dan vandalisme.

Sama seperti kamera pengasuh, bisnis juga menggunakan kamera keamanan untuk memantau karyawan dan memastikan bahwa mereka memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Ini sangat berguna ketika kru malam karyawan bisnis, seperti kru pembersihan dan pemeliharaan, staf pusat panggilan, dan tim manajemen inventaris.

Pemantauan Lalu Lintas
Lembaga penegak hukum menggunakan kamera keamanan untuk memantau lalu lintas di persimpangan dan di jalan yang sibuk. Rekaman tersebut, yang dapat dilihat oleh petugas kapan saja, memungkinkan penegak hukum untuk mengidentifikasi pengemudi yang menjalankan lampu merah, kecepatan, atau mengemudi sembarangan, dan untuk menghukum pengemudi tersebut sambil mencegah kejahatan yang lebih serius di tempat lain.

Bagaimana Teknologi CCTV Bekerja?

Sistem Keamanan Analog
Sistem pengawasan analog bekerja dengan menghubungkan kamera analog standar Anda ke perekam video digital (DVR) melalui kabel transmisi. DVR menerima video dari kamera, mengompresnya, dan kemudian menyimpannya di hard drive untuk penayangan langsung atau nanti. Pengaturan ini juga memungkinkan Anda untuk memindahkan video melalui internet untuk dilihat dari jarak jauh. Dengan sistem analog, DVR diisi dengan mengompresi, mengubah, menyimpan, dan streaming video. Ini juga bertanggung jawab untuk mengontrol semua kemampuan bawaan kamera, termasuk deteksi gerakan, jadwal, pemberitahuan, input alarm, dan banyak lagi.

Sistem Keamanan IP
Sistem IP sedikit lebih terlibat, dan dengan demikian, merupakan opsi yang lebih mahal. Dalam konfigurasi IP, kamera mengambil alih tanggung jawab DVR, termasuk mengompresi, mengonversi, dan streaming video melalui koneksi internet. Dengan pengaturan ini, DVR tidak diperlukan; sebaliknya, video dapat dialirkan langsung ke komputer pribadi atau NVR (perekam video jaringan).

Jenis Sistem yang Tersedia
Ada beberapa sistem CCTV berbeda yang tersedia untuk umum, tetapi masing-masing termasuk dalam salah satu dari tiga kategori berikut:

Sistem CCTV Sederhana, yang terdiri dari kamera (atau kamera) yang dihubungkan ke monitor dengan satu kabel coax. Dalam sistem yang sederhana, kamera mendapatkan daya dari monitor.
Sistem CCTV Bertenaga Listrik, yang bekerja dengan cara yang sama seperti pengaturan sederhana, kecuali kamera mendapatkan daya dari monitor, baik kamera dan monitor diberi daya secara terpisah melalui listrik. Jenis penyiapan ini memungkinkan lebih banyak skalabilitas, karena lebih mudah menambahkan lebih banyak kamera ke sistem tanpa mengkhawatirkan kekurangan daya.
Sistem Dengan Kemampuan Perekaman, yang menggabungkan perekam video yang memungkinkan penyimpanan data dan kemampuan untuk memantau rekaman di lain waktu. DVR dapat ditambahkan ke sistem ini juga untuk penyimpanan tambahan dan pengambilan atau transmisi video.

Mengapa Menggunakan Teknologi CCTV
Teknologi CCTV telah melahirkan industri pengawasan video, yang telah memberikan sejumlah solusi keamanan bagi pemilik properti, penegak hukum, dan pemilik bisnis di mana pun. Ketika kebutuhan konsumen tumbuh dan berubah, industri telah mengikutinya, menawarkan produk yang lebih baik dengan kinerja dan keandalan yang lebih baik. Dengan sistem yang tersedia di semua rentang harga, dan dengan masing-masing menyediakan tingkat keamanan yang berbeda, CCTV telah terbukti menjadi salah satu teknologi pencegahan kerugian dan pemantauan keamanan yang paling mudah diakses yang tersedia di pasaran saat ini.

Course Instructor

admin admin Author

Apa itu CCTV

Apa itu CCTV